Senin, 31 Oktober 2016

Yamaha: Kasus Kartel Tak Pengaruhi Peluncuran Model Baru

Yamaha Indonesia mengaku percaya diri dan optimis, kasus dugaan kartel sepeda motor tidak memengaruhi mereka dalam menjual model baru, Yamaha Aerox 155. Mereka menegaskan pihaknya tidak melakukan pengaturan harga sepeda motor sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Yamaha: Kasus Kartel Tak Pengaruhi Peluncuran Model Baru

"Tidak berpengaruh (kasus dugaan kartel) dengan peluncuran model baru ini (Yamaha NVX dan Aerox). Kami yakin konsumen tetap memilih produk kami sesuai kebutuhan mereka," ujar Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Minoru Morimoto di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (30/10/2016).

Dalam pernyataannya terkait kasus dugaan kartel tersebut, Morimoto sekaligus menegaskan bahwa Yamaha tidak terlibat dalam pengaturan harga motor di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa harga motor yang dijual sesuai dengan perhitungan ongkos produksi dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

"Kami tidak terlibat dalam kartel. Untuk harga sepeda motor, kami melihat dari segi biaya produksi dan beberapa hal. Itu yang jadi pertimbangan kami. Jadi tidak ada soal kartel tersebut," ucap Morimoto.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menduga PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Motor Indonesia (YMI) melakukan praktik kecurangan dalam memonopoli pasar sepeda motor jenis Skuter Matic 110-125 cc.

Kedua perusahaan 'raksasa' asal Jepang itu telah membantah dan menjalani proses sidang beberapa kali. Dalam salah satu sidang, Yamaha Indonesia meminta KPPU untuk menghentikan proses pemeriksaan sebab bukti-bukti yang mereka ajukan diklaim dapat membantah dugaan kartel.

"Dari persidangan awal sudah disampaikan bahwa, Yamaha tidak melakukan kongkalikong dengan kompetitor, dan sudah jelas Yamaha memohon untuk dihentikan sidang itu," ujar Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur.

"Itu kan keputusan dari KPPU, dan sering juga kita sampaikan Yamaha taat aturan, ikut aturan yang berlaku. jadi lanjut terus," ujarnya. (nkn/ddn)

Dikmaba Polri Bagi-bagi Helm

Coba menunjukan kepedulian kepada pengendara, puluhan anggota Polri yang tergabung dalam Ikatan Alumni Dikmaba Polri T.A. 2002 se-Indonesia (IKABA 2002), memberikan helm gratis.

Dikmaba Polri Bagi-bagi Helm

Berdasarkan rilis yang diterima detikOto, Senin (31/10/2016), di depan Hotel Grand Menteng, puluhan anggota Polri yang tergabung dalam Ikatan Alumni Dikmaba Polri T.A. 2002 Se Indonesia (IKABA 2002). Setelah melaksanaka Reuni dan Munas yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Polda, melakukan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dengan membagi bagikan Helm SNI ke pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm yang sedang melintas di depan Hotel Grand Menteng.

Tampak di lokasi Bapak Ridwan Adi Saputra (General Manager), Boy Rhendi Setiawan (Marketing Marketing) dari Managemen Hotel Grand Menteng, ikut berpartisipasi membagikan Helm bersama Bintara Polri Tahun 2002.

"Pembagian Helm SNI ini sebagai bentuk kepedulian kami, terhadap masalah-masalah keselamatan berlalu lintas dan membangun budaya tertib lalu lintas," ujar Bripka Daniel Bachrul Rohmat dari Satbrimobda Metro Jaya, selaku ketua Ikatan Alumni Dikmaba Polri T.A. 2002.

Ipda Paulus Sanadi WAP dari Polda Papua Barat mengatakan, bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyumbang terbesar hilangnya nyawa di jalan raya. Hal tersebut dapat ditekan dengan menciptakan masyarakat yang tertib lalu lintas, salah satunya wajib menggunakan helm saat bersepeda motor.

Tidak berhenti sampai disitu, Ridwan Adi Saputra selaku General Manager, atas nama magement Hotel Grand Menteng mengucapkan terimakasih banyak dan mendukung diselenggarakannya Reuni dan Munas Dikmaba 2002 Polri. Semoga IKABA 2002 khususnya dan Polri umumnya semakin solid serta menjadi instansi yang dicintai dan dibanggakan.

Merasa Tidak Aman Saat Parkir? Ini 9 Tipsnya

Sering kali kita sebagai pengendara merasa tidak nyaman saat berada di tempat parkir terutama parkir basement. Kalau parkir di tempat ini biasanya gelap dan rawan tindak kejahatan.

Merasa Tidak Aman Saat Parkir? Ini 9 Tipsnya

Survei terhadap pengendara di Inggris menyebutkan 1 dari 3 pengendara merasa tidak aman saat berada di tempat parkir.

Sektiar 51 persen pengendara perempuan merasa tidak aman, dengan 23 persen dari mereka merasa harus memilih tempat parkir yang aman dan nyaman

"Wajar jika pengendara merasa gugup saat sendirian di parkir, namun tetap waspada dan mengikuti tips-tipis berikut mungkin bisa membantu anda tetap aman," ujar Harrison Woods dari YourParkingSpace seperti dilansir dari Carscoops.

Berikut 9 tips parkir aman

1. Parkir Kendaraan Anda di Tempat Terang

Satu langkah sederhana bisa Anda lakukan, dengan memilih tempat parkir yang terang. Karena pencahayaan di daerah gelap dapat mengurangi rasa ketakutan akan kejahatan, serta mengurangi kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan. Jadi cobalah untuk memarkir mobil Anda tepat di bawah lampu.

2. Pastikan Anda Parkir Kendaraan yang Ada Petugas

Banyaknya tempat memarkirkan kendaraan Anda, biasanya membuat Anda akan leluasa memilih tempat parkir. Selain tempat harus terang, pastikan wilayah parkir kendaraan Anda selalu dilewati oleh petugas parkir.

Selain itu, Anda sebaiknya memastikan kendaraan Anda bisa terpantau oleh CCTV.

3. Rencanakan Posisi Parkir Anda

Saat Anda berada ditempat parkir baru, pastikan Anda melihat situasi tempat parkir dan merencanakan dimana Anda akan parkir. Anda rencanakan temapat paling strategis, dengan melihat seluruh tempat parkir kendaraan. Agar tidak memarkirkan kendaraan di tempat terlalu gelap.

4. Tidak Menyimpan Barang Berharga di Mobil

Pastikan kendaraan Anda yang terparkir tidak terdapat barang-barang berharga. Karena dengan ada-adanya barang berharga di dalam kendaraan bisa memancing kejahatan.

5. Parkirkan Kendaraan Anda di Tempat Strategis

Pastikan kendaraan Anda terparkir di tempat paling strategis. Salah satunya dekat dengan pintu keluar atau tempat yang tidak asing atau telalu jauh dari pintu keluar.

6. Tetap Waspada

Saat Anda menuju tempat parkir, pastikan Anda terus waspada. Disarankan untuk tidak sambil mendengarkan musik, memeriksa email atau SMS atau sibuk dengan gudget. Sehingga Anda bisa tahu apa yang terjadi di sekitar Anda.

7. Memegang Kunci di Tangan Anda

Saat menuju tempat parkir, pastikan Anda sudah menggenggam kunci kendaraan Anda. Atau sudah mengetahui dimana letak kunci kendaraan Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi mencari dimana letak kunci kendaraan Anda.

8. Jangan Meninggalkan Kunci di Kunci Kontak

Banyak dari pengendara yang memilih untuk tetap menghidupkan kendaraannya, agar kabin tetap dingin di saat Anda ingin keluar mobil sebentar. Pastikan hal itu tidak Anda lakukan, karena perilaku ini bisa mengundang kejahatan.

9. Laporankan Kekhawatiran Anda

Jika Anda merasa memiliki masalah akan keamanan parkir atau menemukan bahwa mobil Anda telah rusak saat di parkir. Segera laporkanlah kepada pengelolaan parkir mobil dan menghubungi polisi.

(lth/ddn)