Sabtu, 05 November 2016

Kini Kuasai Pasar, Toyota Sempat Jatuh Bangun

PT Toyota-Astra Motor kini tengah menguasai pasar mobil di Indonesia. Dengan total pangsa pasar dari Januari-September 35,1 persen. Meski begitu pada saat krisis moneter di tahun 1998, perusahaan ini pun sempat merasakan jatuh bangun agar bisa tetap berada di Indonesia.

Kini Kuasai Pasar, Toyota Sempat Jatuh Bangun

"1998 kan bayangin aja dolar tiba-tiba melambung, kita nggak stop produksi jadi dalam situasi sulit pun kita masih bisa produksi sekitar 15.000 unit sama ekspor padahal kalau dinilai kita nggak layak, tapi kita dapat support dari Toyota Motor Corporation (TMC)," kata Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam di Jakarta.

Dukungan yang diberikan perusahaan induknya di Jepang berupa potongan-potongan biaya. Namun meski dalam keadaan sulit, Toyota enggan menyetop produksinya di Indonesia. Segala efisiensi dilakukan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu.

"Bayangin aja dolar dari Rp 2.500 jadi Rp 15.000 6 kali lipat secara teknis bangkrut. Kalau kita berhenti semua berhenti, otak kita berhenti, history kita berhenti, skill kita berhenti nah itu jauh lebih berbahaya. Jadi begitu juga di bisnis sekecil apapun kita usahakan tetap produksi. Kadang-kadang karyawan waktu 1998 digilir 2 jam, 2 jam supaya skillnya terjaga, motivasi terjaga, nah itu berat tapi kita nggak keluar," cerita Bob.

Angka produksi dan penjualan pun menurun drastis dari yang biasanya bisa mencapai 100.000 unit pertahun, pada masa krisis Toyota hanya mampu meproduksi sekitar 15.000 unit pertahun.

"100.000 jadi 15.000 jadi turunnya 85%. Di situlah kita merasakan manfaatnya sekali ekspor karena domestik turun ekspor ada, balance, dolar naik kita jadi untung," ungkap Bob. (dry/ddn)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda