Senin, 05 Desember 2016

Kisah Jusuf Kalla Ikut Pilih Nama Mobil Kijang

Kijang merupakan mobil yang diproduksi Toyota di Indonesia dan disebut sebagai yang tersukses buat Toyota di Indonesia. Wapres Jusuf Kalla dulu ternyata merupakan salah satu orang yang memilih nama Kijang.

Kisah Jusuf Kalla Ikut Pilih Nama Mobil Kijang

Jusuf Kalla menceritakan hal itu saat menghadiri jamuan perayaan 45 tahun Toyota Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (29/10/2016). Kijang lahir di tahun 1977, namun sebelum itu, ada tim khusus yang menggodok nama mobil.

"Saya juga gembira pada saat pertama kali Kijang diluncurkan, dalam pertemuan konvensi, apa namanya, mobil apa. Saya termasuk 6 orang yang memilih (nama) Kijang," ujarnya.

"Jadi Toyota bukan hanya berdiri sendiri tapi soal nama pun digotongroyongkan sehingga punya makna secara keseluruhan," ujarnya.

Kalla meminta Toyota tetap memajukan industri otomotif, karena perekonomian yang maju juga akan memajukan industri otomotif.

"Indonesia punya penduduk yang banyak suatu industri seperti Toyota akan maju secara bersama," tuturnya. (ddn/ddn)

Rabu, 30 November 2016

Jusuf Kalla: Toyota Sudah Menjadi Bagian dari Hidup Saya Puluhan Tahun

Di mata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Toyota sudah seperti keluarga. Toyota menurutnya sudah menjadi bagian hidup selama puluhan tahun.

Jusuf Kalla: Toyota Sudah Menjadi Bagian dari Hidup Saya Puluhan Tahun

"Selamat atas ulang tahun yang ke-45, angka yang baik karena kita merdeka tahun '45. Setiap hadir di acara Toyota saya suka lupa, apa saya Wapres atau keluarga Toyota, karena 45 tahun Toyota merupakan bagian dari hidup saya, malah lebih dari 45 tahun," ujarnya dalam perayaan 45 Tahun Toyota Indonesia di Jakarta.

Kalla memang sempat mengurusi penjualan mobil Toyota di Sulawesi lewat Kalla Group sejak 1969. Saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada 1999, diler Toyota kemudian diserahkan ke Fatimah Kalla.

Jusuf Kalla: Toyota Sudah Menjadi Bagian dari Hidup Saya Puluhan TahunFoto: dok Toyota


Mengenai merek Toyota, menurut Kalla masyarakat Indonesia sudah mengenal kualitas dan komitmen Toyota. "Pertama konsumen, kedua distribusi baru manufacturing, sehingga mendarah daging di keluarga Toyota. Itu yang bikin Toyota besar di mana-mana, termasuk di Indonesia," ujarnya.

Kalla menambahkan sebagai perusahaan otomotif, Toyota sudah melakukan evolusi atau transisi yang teratur. Dengan mengawali perakitan mobil secara SKD (Semi Knocked Down), CKD (Completely Knocked Down), kemudian memproduksi mobil sampai akhirnya meningkatkan kandungan lokal. "Itu suatu perjalanan yang panjang dan kemajuan yang pasti," ujarnya.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor Hiroyuki Fukui pun mengucapkan terima kasih kepada Jusuf Kalla. Menurut Fukui, Kalla merupakan pionir karena membawa Land Cruiser pertama kali ke Makassar tahun 1960-an.

"Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif," ujar Fukui dalam sambutan berbahasa Inggris. (ddn/ddn)

Jumat, 25 November 2016

Pemain Bola Barcelona Dapat Hadiah Mobil Baru

Sebagai hadiah atas performa yang fantastis akhir-akhir ini, pemain bola Barcelona mendapatkan mobil baru yang keren. Ya mobil-mobil itu tak lain mobil Audi, sponsor resmi klub.

Pemain Bola Barcelona Dapat Hadiah Mobil Baru

Namun seperti dilansir Motor1, sebelum mendapatkan mobil baru, para pemain Barcelona seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan kawan-kawan mendapatkan kesempatan untuk menjajal SUV ayar Q2. Dibagi menjadi 5 tim kecil, para pemain, bermain-main dengan SUV tersebut di sirkuit khusus yang dibangun di luar Stadion Camp Nou.

Mereka harus menaklukkan 5 bagian trek dengan berbagai kesulitan, seperti speed slalom, rem mendadak, dan area untuk offroad. Mereka harus berhasil mengarungi trek dengan sedikit kesalahan. Yang menang pastinya yang paling mulus melewati trek.

Setelah permainan selesai, para pemain akhirnya mendapatkan kunci mobil yang akan mereka kendarai selama setahun. Rata-rata pemain menggunakan Audi Q7. Seperti Lionel Messi, Gerard Pique, Andres Iniesta, Luiz Suarez, dan Rafael Alcantara. Sementara pelatih Luis Enrique dan Neymar memilih yang berbeda. Neymar memilih sedan sporty RS7 sedangkan Enrique Audi Q3 RS.

Minggu, 20 November 2016

Canggih, Mesin Mobil BMW Bisa Dinyalakan dari Jauh

Mobil-mobil BMW kian canggih saja, BMW memperkenalkan fitur Remote Engine Start. Fitur ini membuat mesin mobil bisa dinyalakan dari jauh.

Canggih, Mesin Mobil BMW Bisa Dinyalakan dari Jauh

BMW untuk pertama kalinya akan memperlihatkan fitur ini kepada khalayak yang lebih luas di pameran modifikasi SEMA Show Las Vegas 1-4 November.

Mobil yang bisa mendapatkan fitur ini adalah BMW Seri 5 (F10) dan juga SUV seperti X5 dan X6. Berkat mesin yang bisa dinyalakan dari jauh, maka pengendara juga bisa mengatur suhu kabin apakah mau dipanaskan atau didinginkan sesuai dengan kondisi cuaca.

Sistem ini dioperasikan dengan menggunakan remote kunci mobil biasa, caranya dengan menekan tombol 'Lock' sebanyak tiga kali untuk menyalakan mesin mobil.

Jika mobil tidak bergerak selama 20 menit, mobil akan mati sendiri.

Selain itu di SEMA, BMW juga memperlihatkan aneka aksesoris M untuk hampir seluruh line up seperti aneka bodi kit untuk BMW M3, coilover suspension untuk M3 dan M4 yang menurunkan ketinggian mobil 5 sampai 20 milimeter, paket audio untuk BMW 340i dan 440i, serta paket modifikasi untuk M2,M3, M4, Seri 2, Seri 3 dan Seri 4.

Seri M performance juga akan dibekali satu set roda ringan 19 inci untuk depan, dan 20 inci di belakang. Roda baru tersebut tersedia mulai musim panas 2017 untuk varian M2, M3, dan M4. Roda baru untuk M3 yang akan dipamerkan di Las Vegas, dibalut dengan warna black matte finish, dan ban Michelin Pilot Sport Cup 2.

Selasa, 15 November 2016

TVS Ajak Penggila Apache Nonton MotoGP di Sepang

Produsen motor asal India, PT TVS Motor Company Indonesia mengajak para konsumennya menonton langsung MotoGP di Sepang, Malaysia.

TVS Ajak Penggila Apache Nonton MotoGP di Sepang

Mereka yang menonton adalah para pemenang program test ride berhadiah langsung nonton MotoGP. Pemenang terpilih tak hanya berasal konsumen yang membeli motor TVS melainkan juga dan 2 orang yang merupakan test rider motor TVS Apache 200.

"Programnya intinya buat customer dari namanya 'Test Ride berhadiah Nonton Langsung MotoGP di Malaysia jadi calon buyer Apache 200 dia berhak mengikuti undian dengan satu kupon, kalau pembeli dapat dua kupon," ujar Senior Marketing Planner PT TVS Motor Indonesia, Rini Soelistiawati kepada detikOto, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (30/10/2016).

Rini menambahkan alasannya mengapa konsumen diajak ke MotoGP meski TVS tidak berpartisipasi dalam ajang tersebut karena ia yakin seluruh konsumennya pasti penggemar balapan bergengsi tersebut.

"MotoGP kan event bergengsi di roda dua ya, jadi meskipun TVS nggak ada di MotoGP kita yakin konsumen kita yang berjiwa muda semua penggemar MotoGP," tambah Rini.

Konsumen pun merasa senang dengan adanya program ini seperti yang diutarakan dua pemenang Arlando dan Donny.

"Senang lah, saya pembeli Apache RTR 200 waktu di PRJ," kata salah satu konsumen pemenang nontong langsung MotoGP bersama TVS, Arlando.

"Kaget sih, karena waktu itu lagi kerja ditelepon katanya menang sempat nggak percaya juga karena kan cuma test ride apa iya menang. Test ridenya juga waktu itu di rumah jadi orang TVS-nya datang ke rumah," ujar salah satu pemenang dari undian Test Ride TVS, Donni.

Kamis, 10 November 2016

Yamaha Pikirkan Jual Motor dengan Tanda Tangan Valentino Rossi

Dalam peluncuran Yamaha NVX dan Aerox 155 di Sepang, Malaysia, pebalap MotoGP dari Valentino Rossi membubuhkan tandatangannya di bodi skutik sport. Apakah nantinya Yamaha bakal menjual motor tersebut kepada konsumen?

Yamaha Pikirkan  Jual Motor dengan Tanda Tangan Valentino Rossi

Saat ditanya hal tersebut kepada Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto, ia mengatakan bahwa motor yang ditandatangani oleh Rossi dalam peluncuran tidak dijual. Sebab, motor tersebut hanyalah prototipe.

"Motor yang ditandatangani Rossi tadi tidak kami jual. Itu hanya prototipe," ujar Morimoto di Sirkuit Sepang Internasional, Malaysia, Minggu (30/10/2016).

Namun Morimoto tak menutup peluang hal tersebut menjadi sebagai suatu bisnis di kemudian hari. Melihat sosok Rossi yang fenomenal serta memiliki banyak penggemar, bukan tak mungkin jika di kemudian hari Yamaha meluncurkan edisi spesial motor bertandatangan khusus tersebut.

Tentunya, sejumlah aspek juga ditinjau dari segi estetika serta keinginan konsumen. "Itu ide yang bagus dan menarik. Tapi saat ini kami belum akan meluncurkan motor dengan versi tersebut. Kami akan pelajari terlebih dahulu," ucap Morimoto.

Yamaha NVX dan Aerox yang diluncurkan di sela-sela perhelatan MotoGP Malaysia 2016 merupakan model yang sama. Hanya berbeda nama dan pasar saja. Yamaha NVX dijual untuk pasar Vietnam serta Malaysia, sementara Aerox dijual untuk Indonesia dan Thailand.

Di Indonesia, skutik berkapasitas 155 cc itu akan memasuki tahap produksi pada awal 2017 mendatang. Terkait harga dan spesifikasi, pihak Yamaha belum membeberkan lebih lanjut.

Sabtu, 05 November 2016

Kini Kuasai Pasar, Toyota Sempat Jatuh Bangun

PT Toyota-Astra Motor kini tengah menguasai pasar mobil di Indonesia. Dengan total pangsa pasar dari Januari-September 35,1 persen. Meski begitu pada saat krisis moneter di tahun 1998, perusahaan ini pun sempat merasakan jatuh bangun agar bisa tetap berada di Indonesia.

Kini Kuasai Pasar, Toyota Sempat Jatuh Bangun

"1998 kan bayangin aja dolar tiba-tiba melambung, kita nggak stop produksi jadi dalam situasi sulit pun kita masih bisa produksi sekitar 15.000 unit sama ekspor padahal kalau dinilai kita nggak layak, tapi kita dapat support dari Toyota Motor Corporation (TMC)," kata Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam di Jakarta.

Dukungan yang diberikan perusahaan induknya di Jepang berupa potongan-potongan biaya. Namun meski dalam keadaan sulit, Toyota enggan menyetop produksinya di Indonesia. Segala efisiensi dilakukan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu.

"Bayangin aja dolar dari Rp 2.500 jadi Rp 15.000 6 kali lipat secara teknis bangkrut. Kalau kita berhenti semua berhenti, otak kita berhenti, history kita berhenti, skill kita berhenti nah itu jauh lebih berbahaya. Jadi begitu juga di bisnis sekecil apapun kita usahakan tetap produksi. Kadang-kadang karyawan waktu 1998 digilir 2 jam, 2 jam supaya skillnya terjaga, motivasi terjaga, nah itu berat tapi kita nggak keluar," cerita Bob.

Angka produksi dan penjualan pun menurun drastis dari yang biasanya bisa mencapai 100.000 unit pertahun, pada masa krisis Toyota hanya mampu meproduksi sekitar 15.000 unit pertahun.

"100.000 jadi 15.000 jadi turunnya 85%. Di situlah kita merasakan manfaatnya sekali ekspor karena domestik turun ekspor ada, balance, dolar naik kita jadi untung," ungkap Bob. (dry/ddn)